Tanaman yang Bertahan Hidup Dari Kotoran Kelelawar

Tanaman ini adalah tanaman berbentuk kantung dengan binomial nomenclatur Nepenthes rafflesiana, yang juga pemakan serangga. Tanaman ini mendapatkan nutrisi penting dari hasil pembuangan kelelawar Hardwicke.

Pumapunku (Puma-Punka) Sebuah Misteri yang Mengejutkan Peradaban Modern

Puma Punku, benar-benar mengejutkan imajinasi kita. Ini merupakan sisa-sisa dermaga besar di Danau Titicaca lama yang tersusun di atas pantai Tiahuanaco

Beginilah Wajah Remaja Pada Zaman Batu

Pernah membayangkan seperti apa wajah orang dari 5.500 Sebelum Masehi (SM)? Kini,para ahli berhasil merekonstruksi seperti apa wajah orang dari zaman batu itu.

Musnahnya Burung Picu Punahnya Tanaman

Musnahnya spesies burung di dunia berdampak dengan rusaknya tanaman karena banyak tanaman yang bergantung pada burung untuk penyerbukan dan penyebaran bibit mereka.

Film Indonesia The Raid

Film Indonesia The Raid adalah salah satu film Indonesia yang paling membanggakan di tahun ini.

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Labels:

Sakit Punggung Tak Kunjung Sembuh? Mungkin Stres Pemicunya

Sakit punggung bisa jadi keluhan yang umum dirasakan masyarakat. Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebabnya, tapi jika sakit punggung tak kunjung sembuh bisa jadi penyebabnya karena tekanan emosional seperti stres.

Sebagian orang menderita nyeri punggung di beberapa titik dan bahkan sudah menjadi masalah jangka panjang. Namun sebagian besar orang ini hanya berobat ke dokter umum dan kemudian mengonsumsi obat penghilang rasa sakit serta anti-inflamasi.

Jika rasa sakit ini tak kunjung hilang, kadang beberapa orang harus melakukan pemeriksaan X-ray atau scan MRI untuk melihat apakah ada kerusakan struktural dan anatomi dari tulang belakang.

Namun dalam buku terbaru karangan fisioterapis Nick Sinfield menuturkan jika sudah masuk ke rasa sakit kronis maka ketegangan emosional hampir pasti menyebab penyebab utama dari masalah ini. Meski sikap tubuh seseorang bisa membuat rasa sakit semakin parah.

"Karena rasa sakit secara fisik, maka orang mencari penyebab fisiknya. Sayangnya, hal ini cenderung mengabaikan alasan paling umum dari sakit punggung," ujar Sinfield, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (16/10/2012).

Sinfield menuturkan profesional medis perlu dilatih untuk melihat berbagai penyebab sakit punggung. Umumnya dokter akan menggunakan mesin canggih yang bisa menunjukkan setiap sudut dan celah dari sistem saraf, struktur tulang dan otot sehingga bisa diketahui dimana letak kelainan fisik.

"Padahal stres emosional bisa menyebabkan ketegangan fisik yang menyakitkan, paling umum terjadi di jaringan lunak di leher, bagian atas bahu dan tulang belikat, punggung dan bagian bokong," ungkapnya.

Stres dan ketegangan yang muncul ini bisa berasal dari berbagai hal, misalnya mulai dari konflik keluarga, stres atau tekanan di tempat kerja atau mungkin kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Jika faktor mental dan emosional ini tidak dideteksi maka nyeri punggung terus terjadi dan dapat menjadi kronis, serta menjadi salah satu alasan mengapa pengobatan yang dilakukan tidak berhasil atau berulang kali gagal.

Sebagian besar orang memang memiliki kelainan struktural dalam punggungnya, tapi kelainan ini tidak selalu menyebabkan sakit punggung. Untuk itu jika pengobatan tak kunjung sembuh dan sudah menjadi kronis, bisa jadi tekanan emosional penyebabnya.

Sumber:  http://health.detik.com/read/2012/10/16/185618/2064337/763/sakit-punggung-tak-kunjung-sembuh-mungkin-stres-pemicunya?l992205755

0 comments
Labels:

Anak Berisiko Tumbuh Jadi Penjahat Kalau Punya 3 Perilaku Ini?

Pembunuh berantai tak hanya ada di film-film. Di dunia nyata pun pembunuh berantai sebenarnya ada. Keberadaannya tentu meresahkan masyarakat karena orang bisa sangat berbahaya. Benarkah ciri-ciri pembunuh berantai diketahui sejak masih kanak-kanak?

Ada sebuah teori yang disebut dengan Macdonald Triad. Teori ini menyatakan bahwa ada 3 perilaku umum selama masa kanak-kanak yang dapat menjadi petunjuk seorang anak rentan menjadi pembunuh, yaitu: mengompol setelah usianya melewati 5 tahun, kejam terhadap binatang dan suka bermain api.

Teori Macdonald Triad dikemukakan oleh psikiater forensik bernama JM Macdonald pada tahun 1963. Dalam tulisannya yang berjudul 'The Thrat to Kill', Macdonald mengamati perilaku yang sering terlihat pada pasien yang sangat agresif dan sadis.

Macdonald mewawancarai 48 orang pasien psikotik dan membandingkannya dengan 52 pasien nonpsikotik yang pernah mengancam akan membunuh seseorang. Lebih dari setengah peserta penelitian adalah laki-laki berusia antara 11 - 83 tahun. Ia menemukan bahwa pasien sadis cenderung melakukan ketiga hal tersebut saat masih kanak-kanak.

Seperti dilansir Medical Daily, Selasa (16/10/2012), satuan Analisis Perilaku FBI sempat membuktikan kebenaran teori Macdonald pada tahun 1980-an sampai 1990-an. Peneliti mengumpulkan informasi dari 36 orang pembunuh, sebanyak 25 orang di antaranya adalah pembunuh berantai. Tetapi karena sampelnya terlalu kecil, penelitian ini dianggap kurang valid.

Beberapa agen lantas mengembangkan teori ini dan menemukan bahwa separuh sampel penelitian berasal dari rumah tangga single parent, tiga perempat di antaranya memiliki orang tua yang mengabaikan anaknya, tiga perempat peserta mengidap paraphilia atau perilaku seksual yang ekstrim dan pernah mengalami pelecehan seksual.

Sebagian peserta yang diwawancarai memiliki riwayat gangguan kejiwaan dengan IQ rata-rata normal sampai cerdas. Beberapa pelaku kekerasan memang suka bermain api, berlaku kejam terhadap hewan dan mengompol setelah usianya lewat 5 tahun. Tapi jarang ditemukan peserta yang memiliki ketiga perilaku ini sekaligus. Yang sering dimiliki adalah sifat suka mengabaikan perasaan orang lain.

Baru-baru ini, para peneliti mulai kembali mengulik kebenaran teori Macdonald Triad. Pada tahun 2010, Kori Ryan menerbitkan tesis yang mereview teori tersebut secara luas dan menemukan bahwa kecenderungan perilaku tersebut benar adanya. Ketiga perilaku tersebut dapat menjadi indikasi seorang anak kurang mampu mengatasi stres atau mengalami gangguan perkembangan.

Meskipun demikian, sebelum ditemukannya penelitian dengan data yang lebih baik untuk mendukung teori Macdonald, peneliti menyarankan sebaiknya jangan menyebut seorang anak rentan menjadi pembunuh sebab dapat mengganggu perkembangan mentalnya.

Sumber: http://health.detik.com/read/2012/10/16/182644/2064308/1301/anak-berisiko-tumbuh-jadi-penjahat-kalau-punya-3-perilaku-ini?l992205755

0 comments
Labels:

Bukan Cuma Manusia, Lemak Juga Butuh Tidur

Sepintas agak ganjil ketika kebanyakan orang mati-matian olahraga untuk membakar lemak, penelitian justru menunjukkan bahwa lemak pun butuh istirahat. Dalam kondisi kurang tidur, lemak bisa berubah jadi jahat dan membahayakan tubuh.

Lemak yang butuh diistirahatkan agar tetap berguna bagi tubuh disebut dengan jaringan adiposa. Fungsinya adalah menyimpan energi, serta menyerap asam lemak dan lipid dari aliran darah supaya tidak menyebar dan memicu kerusakan di bagian tubuh yang lain.

Dalam menjalankan fungsinya tersebut, jaringan adiposa sangat tergantung pada kemampuannya merespons insulin. Makin bagus responsnya, makin bagus pula fungsinya dalam mencegah kerusakan jaringan di berbagai bagian tubuh akibat lemak-lemak jahat.

Sebuah penelitian di University of Chicago menunjukkan, jaringan adiposa kehilangan 30 persen kemampuan untuk merespons insulin saat tubuh kelelahan akibat kurang tidur. Itu artinya, lemak juga butuh istirahat untuk bisa menjalankan fungsi perlindungannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Matthew Brady, PhD itu melibatkan sejumlah partisipan yang diminta tidur dalam 2 kondisi berbeda. Selama beberapa hari pertama, para partisipan diminta tidur selama 8,5 jam tiap malam dan di periode berikutnya hanya tidur 4,5 jam.

Perbandingan sensitivitas lemak terhadap insulin antara orang yang kurang tidur dengan yang cukup tidur, disebut-sebut sama seperti antara orang gemuk dengan orang kurus. Perbandingannya juga sama seperti pada perbandingan antara penyandang diabetes dengan orang sehat.

"Beberapa orang mengklaim bisa mentoleransi efek dari kurang tidur. Namun dalam penelitian kecil ini, 7 dari 7 orang (berarti semuanya) mengalami perubahan sensitivitas insulin yang cukup signifikan," kata Matthew seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (16/10/2012).

Sumber: http://health.detik.com/read/2012/10/16/175753/2064275/763/bukan-cuma-manusia-lemak-juga-butuh-tidur?l992205755

0 comments
Labels:

14 Penyakit yang Dapat Ditularkan oleh Hewan Peliharaan

Merawat hewan peliharaan memberikan keuntungan tersendiri bagi kondisi psikologis seseorang, tetapi Anda juga perlu mewaspadai risiko kesehatan yang mungkin dapat ditularkan oleh hewan peliharaan Anda.

Seperti dilansir mnn, Selasa (11/9/12) ada banyak sekali risiko penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan atau kontak dengan kotoran hewan peliharaan, diantaranya sebagai berikut:

1. Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah infeksi ganas yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan kelumpuhan, ensefalitis dan meningitis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan kutu yang biasanya hidup pada hewan seperti tikus, burung dan rusa.

Gigitan kutu disertai ruam merah kecil di kulit dan tidak sakit sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Ruam tersebut dapat berkurang atau hilang dalam waktu 1-2 minggu dan kadang disertai dengan demam tinggi, nyeri otot dan sendi yang bengkak.

2. Psittacosis (Demam burung)

Psittacosis adalah infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia psittaci, jenis bakteri yang ditemukan dalam kotoran burung yang menyebar ke manusia. Infeksi pada burung seringkali tidak menunjukkan gejala.

Pada manusia, gejala infeksi psittacosis termasuk batuk disertai dahak yang berdarah, batuk kering, kelelahan, demam dan menggigil, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, dan sesak napas.

3. Demam kucing

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi ringan pada luka bekas cakaran atau gigitan kucing oleh bakteri Bartonella henselae. Gejala meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, demam, sakit kepala, nafsu makan berkurang dan kelelahan.

4. Penyakit pes

Penyakit pes disebabkan oleh gigitan kutu yang banyak ditemukan pada kucing, tikus rumah dan hewan pengerat lainnya. Gejala penyakit ini adalah seperti demam, anoreksia, lesu dan pembengkakan kelenjar getah bening.

5. Demam Q

Demam Q disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii, yaitu organisme yang ditemukan dalam urin, susu dan kotoran dari hewan yang terinfeksi, yang biasanya terjadi pada sapi, kambing, domba atau hewan peliharaan rumah lainnya.

Bekteri tersebut sangat kuat dan tahan terhadap panas dan disinfektan yang umum, sehingga mampu bertahan hidup dalam jangka waktu lama di lingkungan. Infeksi terjadi pada manusia jika bekteri terhirup, tergigit kutu dari hewan peliharaan atau mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi.

6. Penyakit anjing gila (rabies)

Rabies adalah penyakit virus yang ditularkan melalui gigitan terinfeksi dari hewan. Kebanyakan kasus rabies yang dilaporkan terjadi akibat gigitan anjing, rakun, kelelawar, dan rubah.

Virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan penyakit di otak bahkan kematian. Gejala awal rabies pada manusia mirip dengan banyak penyakit lain, termasuk demam, sakit kepala, dan kelemahan umum atau ketidaknyamanan.

Setelah beberapa lama, gejala penyakit akan berkembang seperti insomnia, kecemasan, kebingungan, kelumpuhan ringan, eksitasi, halusinasi, agitasi, air liur berlimpah, kesulitan menelan, dan kejang. Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksin rabies untuk mencegah penularan virus melalui gigitan.

7. Campylobacteriosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Campylobacter yang biasanya terjadi karena makan daging unggas yang masih mentah atau kurang matang atau dari kontaminasi silang dari makanan lain.

Campylobacteriosis ditandai dengan diare yang akan sembuh dengan cepat, tetapi jika terjadi infeksi maka kondisi akan bertambah berat. Manusia juga dapat menderita penyakit ini jika melakukan kontak dengan tinja anjing atau kucing yang sakit.

8. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan peliharaan karena kontak atau minum air yang terkontaminasi bakteri. Pada manusia, gejala penyakit Leptospirosis adalah demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri, muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam.

Jika tidak diobati, Leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan fungsi hati, meningitis, gangguan pernapasan dan kematian.

9. Salmonellosis

Parasit Salmonella tidak hanya dapat menyerang manusia melalui kontaminasi wabah dan makan telur mentah saja, tetapi juga dapat ditularkan jika melakukan kontak dengan hewan peliharaan yang telah terinfeksi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella akan mengembangkan diare, demam dan kram perut dalam waktu 12 sampai 72 jam setelah infeksi. Hewan yang menularkan penyakit ini ke manusia contohnya ayam, bebek, anjing, kucing, burung dan kuda juga reptil seperti kadal, ular, dan kura-kura.

10. Toksoplasmosis

Toxoplasma gondii adalah protozoa yang paling sering menginfeksi kucing, tetapi juga dapat ditemukan pada hewan berdarah panas lainnya. Manusia dapat tertular bakteri ini melalui kontak dengan kotoran kucing, atau dengan memakan daging setengah matang atau sayuran yang tidak dicuci.

Setelah dicerna, T. gondii dapat menyerang jaringan otak dan otot, dan berada di dalam kista yang tahan terhadap serangan sistem kekebalan tubuh. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya melalui plasenta dan dapat menciptakan komplikasi yang serius.

11. Kurap

Kurap merupakan infeksi jamur yang membentuk ruam seperti cincin pada kulit atau botak di kulit kepala. Hal ini ditularkan dengan mudah dari hewan peliharaan kepada orang-orang, dan dari orang ke orang akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

12. Infeksi cacing gelang

Cacing gelang disebarkan oleh kotoran hewan peliharaan dalam bentuk telur (ookista) yang dapat bertahan hidup dalam tanah selama bertahun-tahun. Jika manusia tidak sengaja makan ookista, cacing kecil akan menetas dalam usus dan bergerak ke seluruh tubuh

Larva juga dapat langsung masuk melalui kulit. Gejala infeksi cacing gelang adalah meliputi demam, batuk, asma, atau pneumonia. Sayangnya, cacing gelang juga dapat masuk ke mata dan menyebabkan kebutaan akibat penyakit toxocariasis okuler.

13. Infeksi cacing pita

Kebanyakan manusia yang menderita infeksi cacing pita adalah karena makan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi, terutama daging babi dan daging sapi. Cacing pita dari kucing dan anjing peliharaan juga dapat menyebabkan infeksi jika tidak sengaja menelan kutu yang terinfeksi larva cacing pita.

Dalam usus manusia, larva tersebut akan berkembang menjadi cacing pita dewasa. Sebuah cacing pita dapat tumbuh lebih dari 12 kaki dan dapat hidup selama bertahun-tahun dalam tubuh manusia.

14. Infeksi cacing tambang

Cacing tambang adalah parasit usus yang biasanya ditemukan pada anjing dan kucing. Telur atau larva cacing tambang dapat ditularkan oleh hewan peliharaan melalui tinja. Manusia dapat terinfeksi jika melakukan kontak langsung dengan tinja hewan yang terinfeksi ketika berjalan tanpa alas kaki diatas tanah yang terkontaminasi.

Infeksi cacing tambang dapat menyebabkan infeksi kulit yang menyakitkan dan gatal atau gejala sakit perut.

Sumber:  http://health.detik.com/read/2012/09/11/170047/2015044/763/14-penyakit-yang-dapat-ditularkan-oleh-hewan-peliharaan

Labels: ,

Ini Dia 6 Penyakit yang Paling Disorot Media

Akibat gaya hidup atau perubahan kondisi lingkungan yang tak menentu, belakangan semakin banyak bermunculan penyakit-penyakit baru dan ganas yang menyerang banyak orang. Tapi ada juga penyakit lama yang tak bisa diremehkan karena tingkat keparahannya semakin tinggi dan makin banyak menjatuhkan korban.

Namun seperti dilansir dari huffingtonpost, Senin (15/10/2012), baru-baru ini HighBeam Research menggelar sebuah studi untuk mengetahui penyakit mematikan apa saja yang paling banyak disorot media selama setahun belakangan. Lalu seberapa banyak sorotan media terhadap keenam penyebab kematian itu? Simak paparannya di bawah ini.

1. Kanker
Ini dia penyakit yang paling banyak disorot media. Tahun lalu media memberikan porsi sorotan sebesar 41,1 persen pada penyakit ini. Kendati begitu, kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung.

2. Penyakit cerebrovaskular
Meski penyakit cerebrovaskular atau gangguan pada pembuluh darah yang terhubung ke otak seperti halnya stroke hanya menempati posisi ke-4 sebagai penyebab kematian tertinggi tapi media memberikan sorotan pada penyakit ini sebanyak 18,9 persen.

3. Penyakit jantung
Ini dia momoknya penyakit mematikan karena memegang rekor sebagai penyakit yang paling banyak menjatuhkan korban. Namun tahun lalu penyakit jantung hanya memperoleh sorotan media sebesar 16,3 persen.

4. Penyakit saluran pernafasan kronis
Penyakit jenis ini merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga dan pada tahun lalu memperoleh sorotan media sebesar 12,6 persen.

5. Diabetes
Diabetes dikatakan sebagai penyebab kematian tertinggi keenam dan menerima sorotan media sebanyak 10,6 persen pada 2010.

6. Penyakit Alzheimer
Penyakit yang dikatakan sebagai penyebab kematian tertinggi kelima ini mendapatkan sorotan media sebanyak 0,003 persen pada tahun lalu.

Secara khusus, Centers for Disease Control and Prevention pun mengungkapkan 10 penyebab kematian teratas pada tahun 2009, diantaranya:

1. Penyakit jantung (penyebab kematian 599.413 orang)
2. Kanker (penyebab kematian 567.628 orang)
3. Penyakit saluran pernafasan kronis (penyebab kematian 137.353 orang)
4. Stroke atau penyakit cerebrovaskular (penyebab kematian 128.842 orang)
5. Kecelakaan (penyebab kematian 118.021 orang)
6. Penyakit Alzheimer (penyebab kematian 79.003 orang)
7. Diabetes (penyebab kematian 68.705 orang)
8. Flu dan pneumonia (penyebab kematian 53.692 orang)
9. Nefritis/sindrom nefrotik/nefrosis/radang ginjal (penyebab kematian 48.935 orang)
10. Bunuh diri (penyebab kematian 36.909 orang)

Namun dalam analisis media di atas, kecelakaan dan bunuh diri tidak dimasukkan ke dalam daftar penyebab kematian tertinggi karena tidak termasuk ke dalam penyakit.

Sumber: http://health.detik.com/read/2012/10/15/180018/2063190/763/ini-dia-6-penyakit-yang-paling-disorot-media

Labels:

8 Cara Berpikir yang Memicu Stres

Di lingkungan sehari-hari, pemicu stres dari luar sangat mudah ditemui misalnya jalanan macet dan bertemu dengan rekan kerja yang menyebalkan. Namun kadang-kadang pemicu stres juga bisa datang dari berbagai cara berpikir yang tidak sehat, 8 di antaranya adalah sebagai berikut.

"Pikiran-pikiran ini terekam dalam cortex prefrontal, bagian yang sangat berperan dalam menentukan pilihan. Jika bertumpuk-tumpuk akan menyebabkan orang tidak bahagia," ungkap Dr Taufiq Pasiak, MKes, MPd, Sekretaris Jendral Indonesia Neuroscience Society dalam seminar Peran Neurosains dalam Mengembangkan Generasi Muda Bangsa Berkarakter di Menara Peninsula, Senin (24/10/2011).

Delapan cara berpikir yang tidak sehat dan potensial memicu stres seperti yang dimaksud Dr Taufiq adalah sebagai berikut.

1. Should/Must Thingking
Yakni cara berpikir yang cenderung kaku, harus begini dan harus begitu. Akibatnya ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sebagaimana harusnya, pikirannya akan mulai kalut lalu stres dan tidak bahagia.

2. Overgeneralization
Bagi orang yang menggunakan cara berpikir overgeneralisasi, satu kali berbuat salah akan membuatnya patah semangat dan merasa seolah-olah tidak berguna. Contohnya, "Saya selalu bermaksud baik, tetapi selalu saja salah".

3. Magnification/minimation
Setiap kali ada yang tidak beres, kesalahan selalu ditimpakan pada dirinya sendiri. Ciri-ciri orang dengan cara berpikir seperti ini adalah sering mengatakan, "Kerusakan ini pasti karena saya".

4. Personalization
Kebencian pribadi pada seseorang sering terbawa-bawa, terutama bagi orang-orang yang selalu mengaitkan segala hal dengan hubungan personalnya dengan orang lain. Entah ada hubungannya atau tidak, orang dengan pola pikir seperti ini akan mengatakan, "Dia yang bertanggung jawab atas kesialan saya ini".

5. Mind Reading
Seseorang dengan kemampuan komunikasi yang buruk cenderung suka menebak-nebak pikiran orang lain dan celakanya kadang yang tertangkap adalah pikiran negatif. Misalnya ,"Dia mengacuhkan saya. Pasti dia tidak suka sama saya".

6. Fortune Telling
Orang-orang dengan cara berpikir seperti ini selalu dibayangi oleh pikirannya sendiri. Segala sesuatu saling dikaitkan dengan praduga-praduga, misalnya, "Saya tidak cocok dengan pekerjaan ini. Ini buktinya".

7. Authotative Source
Orang-orang yang tidak punya pendirian cenderung punya cara berpikir Authotative Source. Segala sesuatu yang dianggap benar selalu dibandingkan dengan pendapat orang lain misalnya, "Ini tidak mungkin salah karena sudah disampaikan menteri/kiai".

8. Emotional Reasoning
Orang dengan cara berpikir seperti ini selalu berusaha melihat hubungan antar hal secara logis, namun dalam pelaksanaannya sangat didominasi faktor emosional sehingga tidak selalu logis.

Sumber : detikHealth

Labels:

Ini Bahayanya Membiarkan Bayi Nangis Terlalu Lama

Pernahkah Anda mendengar saran agar orangtua tidak buru-buru menenangkan bayi mereka yang menangis agar nantinya tak manja? Menurut seorang pakar, justru membiarkan bayi menangis bisa berbahaya untuk pertumbuhannya. Kenapa?

Darcia Narvaez, seorang profesor psikologi asal Notre Dame membeberkan pendapatnya mengenai hal tersebut. Menurutnya metode 'membiarkan bayi menangis' justru berbahaya karena bisa membunuh sel otak bayi.

Narvaez menjelaskan, saat bayi stres, tubuh mereka melepaskan kortisol, hormon yang bisa membunuh sel otak. Sementara, saat baru lahir, otak bayi baru berkembang 25% dan bertumbuh sangat cepat di tahun pertama mereka. Sehingga jika si bayi menangis, sebagai salah satu reaksi saat mereka stres, tindakan tersebut bisa membunuh cukup banyak sel otaknya.

Dalam tulisannya di Psychology Today, Narvaez membebeberkan sejumlah penelitian yang mendukung pernyataannya tersebut. Penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, Yale, Baylor dan perguruan tinggi lainnya mengatakan, membunuh sel otak bayi berisiko tinggi menyebabkan ADHD, kemampuan akademis menurun dan cenderung membuat bayi tumbuh menjadi orang yang anti sosial.

"Bayi berharap mereka tetap berada di rahim yang nyaman setelah dilahirkan. Bayi ingin terus digendong, disusui, kebutuhannya dipenuhi secepatnya," tulis Narvaez.

"Semua hal itu dilakukan agar perkembangan otak dan tubuh bayi bagus. Saat bayi menunjukkan ketidaknyamanan, itu tanda kebutuhannya tidak terpenuhi, padahal kebutuhannya itu penting untuk pertumbuhannya," tambahnya.

Narvaez juga mengatakan, membiarkan bayi menangis juga membuatnya tidak belajar kemampuan mengontrol diri. Bayi sangat bergantung dengan pengasuhnya entah itu Anda, suami, kakek-nenek atau babysitter, saat belajar mengontrol dirinya. Pengasuhan yang responsif, segera memberikan bayi apa yang dibutuhkannya sebelum dia stres, membuat tubuh dan otak bayi tenang. Saat bayi merasa takut dan orangtuanya menenangkannya, bayi jadi membangun ekspektasi untuk ditenangkan, hal tersebut nantinya membangun kemampuannya untuk membuat dirinya nyaman.

Namun yang perlu Anda ingat, bayi tidak akan bisa membuat dirinya nyaman jika dia diisolasi. Kalau bayi dibiarkan terus menangis sendirian, mereka akan berhenti bertumbuh, belajar merasakan dan percaya.

Kenapa kepercayaan bisa terbunuh saat bayi dibiarkan menangis? Psikolog ternama asal Jerman, Erik Erikson pernah mengungkapkan, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa penting untuk membangun rasa percaya pada dunia, dunia orang yang mengasuhnya dan dunia dirinya sendiri. Saat bayi dipenuhi kebutuhannya tanpa harus merasakan stres, dia belajar kalau dunia adalah tempat yang dapat dipercaya. Sementara jika kebutuhan bayi diabaikan, dia akan berkembang jadi orang yang sulit percaya pada suatu hubungan dan dunia itu sendiri.

Sumber : Wolipop

Labels:

Kesehatan Lingkungan

Kesehatan adalah anugerah yang diberikan sang pencipta kepada hamba-Nya. Maka hendaklah sebagai hamba-Nya kita berusaha menjaga dan memelihara kesehatan kita. Karena kesehatan tidak ternilai harganya. Terkadang pada saat kita sehat, kita lupa akan nikmat tersebut dan ketika sakit kita baru sadar dan merasakan betapa kesehatan sungguh sangat berharga.

Tubuh yang sehat bisa didapatkan dari berolahraga secara teratur, menkomsumsi makananan bergizi, dan lingkungan yang sehat dan bersih. Lingkungan yang sehat terkadang sering tidak kita perhatikan karena kesibukan dalam bekerja sehingga lingkungan sekitar tidak dijaga kebersihannya. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satu yang mengkhawatirkan adalah deman berdarah (DBD) karena dapat menyebabkan kematian.

Kesehatan lingkungan sangat penting untuk dijaga bersama dan harus ada kesadaran dari tiap masyarakat dari semua kalangan betapa penting dan berharganya kesehatan lingkungan.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus

Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara umum, antara lain:
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

Labels:

Cara Jitu dan Efektif Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan merupakan impian tiap orang yang memiliki berat badan yang berlebih. Berbagai cara ditempuh untuk menurunkan berat badan mereka, mulai dari cara tradisional sampai dengan cara modern.

Berat badan yang berlebih tentu akan mengganggu penampilan kita, utamanya bagi kaum perempuan. Tubuh yang ideal adalah dambaan setiap kaum perempuan. Kaum laki-laki pun tidak mau ketinggalam untuk memiliki tubuh yang ideal.

Sebelum kita membahas cara jitu dan efektig menurunkan berat badan ada baiknya, jika kita terlebih dahulu mengetahui faktor-faktor berat badan sesorang naik. Berikut ini faktor-faktor berat badan naik :

1. Perubahan hormon pada saat menstruasi (perempuan)
Perubahan hormon terjadi apabila wanita sedang dalam masa menstruasi. Hormon esterogen akan semakin meningkat, hormon tersebut juga dapat memicu nafasu makan berlebih sehingga wanita yang sedang dalam masa menstruasi hampir seluruh bagian tubuh akan mengalami pembengkakan dan kenaikan berat badan.

2. Perubahan rasa mood ( perasaan) 
Ada beberapa wanita bila sedang mengalami rasa stress akan suatu masalah atau merasa jenuh, kerap kali meluapkan dengan makan tanpa terkendali. Hal tersebut juga dapat menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan.

3. Wanita yang sedang hamil atau menyusui (perempuan)
Sebagian besar wanita di dunia yang sedang mengandung dan atau sedang menyusui akan mengalami perubahan pada selera makan, mungkin ketika sebelum hamil dan atau menyusui nafsu makan terkendali. Hal tersebut disebabkan karena perubahan hormon esterogen dan progesteron. Tentunya wanita sedang mengandung pastinya mengalami perubahan nafsu makan karena ada janin pada kandungan. Seorang wanita atau seorang ibu akan berbagi sari makanan pada buah hati karena bayi hanya menyerap sari makanan pada plasenta dan air susu. Pada ibu hamil kenaikan berat badan normalnya mencapai 15-20 kg.

4. Faktor Genetika ( keturunan )
Faktor gen atau keturunan memang menjadi salah satu alasan mengapa memiliki tubuh gemuk ( obesitas ) tak hanya kegemukan yang disebabkan karena faktor gen namun bila dalam satu keluarga memiliki riwayat penyakit yang cukup berbahaya mungkin saja salah satu dari anak mereka memilikinya.

Apabila anda memiliki metabolisme tubuh terjaga dengan baik dan metabolisme tubuh tinggi, serta pembakaran makanan nya pun baik, berapapun jumlah makanan yang anda makan setiap harinya tidak akan membuat tubuh anda gemuk dan mengalami kelebihan berat badan. Namun dibandingkan dengan seseorang yang memiliki metabolisme tubuh yang rendah, makan sedikit saja mudah gemuk dan berat badan meningkat.

Dari keempat faktor di atas dua diantaranya faktor kenaikan berat badan khusus untuk perempuan. Memang kedua faktor ini sangat sulit untuk dihindari, mengingat pada saat hamil perempuan memang harus menkomsumsi banyak makanan bergizi untuk kesehatan janin mereka dan setelah melahirkan harus menyusui buah hati mereka. Tapi bagi kaum perempuan tidak perlu berkecil hati karena masih ada jalan untuk bisa menurunkan berat bada yang berlebih.

Perempuam sebaiknya melakukan tips jitu dan efektif menurunkan berat badan yang nantinya akan dipaparkan setelah proses kelahiran dan menyusui demi mengoptimalkan perkembangan bayi.
Cara Jitu dan Efektif Menurunkan Berat Badan :
Tidak perlu untuk selalu menghindar dalam mengkonsumsi golongan jenis makanan tertentu, namun tetap selalu menjaga keseimbangan asupan nutrisi kedalam tubuh. Sebab untuk dapat menjaga supaya tubuh tetap sehat setiap saat, tubuh juga membutuhkan air, berbagai jenis vitamin, karbohidrat, asupan lemak, mineral serta serat yang dapat didapatkan dengan selalu mengkonsumsi semua jenis sayuran dan buah-buahan segar.
  1. Selalu memperhatikan apa kebutuhan protein untuk tubuh. Tubuh manusia setiap hari selalu memerlukan 30 kg protein yang dapat kita peroleh dengan cara mengkonsumsi berbagai jenis daging, susu serta sumber-sumber protein makanan dari jenis polong-polongan, padi-padian serta protein dari kacang-kacangan.
  2. Jangan selalu menghindari mengkonsumsi semua jenis lemak, sebab bagaimanapun juga tubuh kita selalu membutuhkan asupan lemak sebanyak -+ 50 gram lemak/hari. Namun makanan yang mengandung lemak pilihan yang dapat diperoleh dari golongan gandum, kacangan serta minyak zaitun dan jenis-jenis makanan yang mempunyai kandungan lemak tak jenuh.
  3. Usahakan untuk makan hanya jika sedang lapar saja dan hindari perlakuan makan hingga terlalu kenyang serta usahakan selalu mengganti cemilan yang terlalu banyak mengandung lemak dan glukosa dengan mengkonsumsi buah-buahan segar.
  4. Selalu perbanyak mengkonsumsi air putih, pastikan sedikitnya menghabiskan 8 gelas setiap harinya.
  5. Lakukan terapi detoxifikasi secara berkala setiap waktu.
  6. Selalu menambahkan berbagai jenis makanan bernutrisi yang mengandung herbal untuk selalu menjaga vitalitas serta daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit.
  7. Dan yang terkahir membudayakan gaya hidup hidup sehat setiap hari, baik dari menjada kebersihan makanan dan kebersihan lingkungan sekitar kita.
Setelah melakukan kedelapan langkah-langkah yang ada di atas akan tetapi hasil yang ddiperoleh tidak sesuai dengan harapan, kemungkinan kita memiliki masalah pada point keempat faktor berat badan naik yaitu faktor genetik. Faktor genetik memiliki proporsi yang sangat besat terhadap berat badan kita, jadi sangat sulit bagi orang yang memiliki genetik berat badan yang berlebih untuk menurunkan berat badan mereka. Perlu perlakuan khusu untuk bisa menurunkan berat badan mereka, dan disarankan untuk konsultasi secara khusus pada dokter ahli untuk menurunkan berat badan.

Labels:

Penyakit Aphasia

Aphasia adalah kehilangan kemampuan untuk berbicara dan mengerti pembicaraan karena kelainan pada otak. Anak yang menderita Aphasia sejak lahir mengalami kesulitan dengan bahasa ucapan. Mereka yang Receptive Aphasia mempunyai kesulitan yang parah dalam mengerti kata-kata dan mengerti percakapan. Anak dengan Executive Aphasia dapat mengerti dengan cukup baik tetapi mempunyai kesulitan membuat katakata untuk dirinya sendiri. 

Anak yang Receptive Aphasia kelihatannya dapat membingungkan dengan anak yang autistic khususnya bila mereka sudah sama-sama remaja karena mereka juga cenderung untuk mengabaikan suara dan menjadi anak yang menyendiri. Anak yang Executive Aphasia biasanya lebih responsif dan lebih memasyarakat, tapi mereka memiliki kesulitan yang sama dengan anak yang autistic dalam menirukan gerakan orang lain dan dalam berbicara. 


Kedua kelompok anak yang menderita aphasia ini berbeda dengan anak yang autistic dalam hal dimana mereka menggunakan mata untuk membantu memahami dunia, dan mereka dapat berkomunikasi dengan baik dengan menggunakan cara non-verbal (tanpa kata-kata). Mungkin juga diketemukan anak yang aphasia dengan cacat tambahan yang sangat mirip dengan anak yang autistic. Receptive dan executive aphasia merupakan dua dari sekian banyak kekurangan-kekurangan yang muncul pada anak yang autistic. Aphasia dan autism saling membayangi satu sama lain, sehingga sangat sulit untuk mengatakan dalam kelompok yang mana seorang anak harus ditempatkan.

0 comments
Labels:

Macam-Macam Penyakit Paru-Paru

Gejala seperti batuk-batuk, sesak napas, atau sakit di daerah dada mungkin saja menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan paru-paru Anda. Dengan mendeteksinya lebih cepat, ini akan membantu agar penyakit ini tidak semakin lama dan bertambah parah. Informasi berikut tentang macam-macam masalah padaparu-paru beserta pencegahan dan solusinya, semoga dapat membantu untuk mendeteksi kesehatan paru-paru Anda.


Tuberkulosis (TBC)
  • Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
  • Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus.
  • Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.
  • Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.

    Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.

Asma
  • Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini, bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun kepada anak atau cucunya.

    Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban, gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.
  • Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi: Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan yang dapat menimbulkan alergi.
  • Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka, dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.

Bronkitis
  • Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
  • Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.
  • Pencegahan dan solusi: Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
  • Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.

Pneumonia
  • Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.
  • Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.
  • Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
  • Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.

Emfisema
  • Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
  • Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

Kanker Paru-paru
  • Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.

    Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.

    Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
  • Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
Karena penyakit pada paru-paru terutama disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini dan jangan mencoba untuk memulainya bagi Anda yang belm pernah merokok. Hindari juga untuk menjadi perokok pasif yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Sayangi paru-paru, hindari penyakit paru-paru, dan Anda dapat bernapas dengan lebih lega.

0 comments